Senin, 26 Desember 2016

# Heartbreak

Part 3

Persiapan pernikahan semuanya dikerjakan oleh wedding organizer yang sudah disewa oleh keluarga Arka. Semua urusan tersebut dipercayakan kepada orang kepercayaan keluarga Arka. Sedangkan Oma Rita selalu menemani Kaylila melakukan fitting baju karena Arka menolak untuk menemaninya.
Beberapa hari menjelang pernikahan Arka menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Hampir setiap hari Arka pulang larut malam sehingga Oma Rita dan kedua orang tuanya sulit sekali berkomunikasai dengannnya. Bahkan saat dikantor, papanya yang ingin menemuinya di kantor pun kesulitan. Arka bahkan berpesan pada sekretarisnya untuk membuat janji terlebih dahulu jika ada orang yang ingin menemuinya.
Seperti biasa hari ini Arka pun sibuk dengan dokumen-dokumen diruangannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dilayar ponselnya tertera sebuah nomer tidak dikenal. Cukup lama Arka memperhatikannya, dia ragu-ragu untuk mengangkatnya. Sampai dua kali berbunyi Arka belum mengangkatnya. Sampai bunyi yang ketiga kalinya baru Arka mengangkatnya.
“Hallo…,” jawab Arka ragu-ragu
“Hallo nak Arka, ini Kakek, kakeknya Lala. Maaf kakek tiba-tiba menghubungi kamu. Bagaimana kabar kamu?” balas kakek ditelpon.
“Baik-baik saja Kek. Ada perlu apa ya Kek?” tanya Arka
“Begini, kalau nak Arka ada waktu, kakek mau bicara dengan nak Arka berdua saja. Kakek tau nak Arka pasti sibuk sekali. Tapi kalau ada waktu kakek ingin nak Arka ke yayasan.”
Lama Arka tidak menjawab permintaan kakek. “Baik Kek nanti saya akan kesana” jawab Arka singkat. Dan tak berapa lama kemudian pembicaraan singkat ditelpon pun berakhir.
Arka sedikit terganggu dengan permintaan kakek untuk menemuinya namun semua pikiran itu segera ditangkisnya dengan kembali menenggelamkan pikirannya kedalam pekrjaan.

*****

Dua hari menjelang pernikahan ada sebuah acara yang diadakan oleh perusahaan Arka. Acara tersebut adalah tentang launching salah satu produk perusahaannya. Oma Rita meminta Arka untuk mengajak Kaylila pada acara tersebut. Pada awalnya Arka menolak tapi akhirnya dia terpaksa menerima demi menghindari perdebatan panjang dengan neneknya.
Apa sih yang dimiliki wanita itu? Kenapa Oma bisa begitu menyukainya.
Batin Arka saat dia memacu kendaraannya menuju apartemen Kaylila. Saat sudah sampai didepan lobi Apartemen, dia lalu mengirim sms kepada Kaylila untuk memberitahu bahwa dia sudah menunggu di depan.
Kaylila pun bergegas keluar saat menerima pesan dari Arka. Dengan cepat dia sampai didepan mobil Arka, lalu membuka pintu dan duduk disamping Arka. Arka sempat melihat Kaylila cukup lama saat memasang seat belt. Saat itu Kaylila memakai gaun selutut ber warna dusty pink dengan tas kecil berwarna senada dan sepatu hitam berhak rendah. Rambut Kaylila yang lurus dibiarkan digerai dengan diberi aksen bergelombang. Simple tapi kelihatan pas dengan Kaylila sehingga terlihat anggun. Setelah Kaylila selesai memasang seat belt, Arka buru-buru memalingkan wajahnya.
“Okeh. Aku udah siap,” kata Kaylila.
Selama perjalanan mereka tidak berbicara satu sama lain. Baik Arka maupun Kaylila sepetinya tidak terlihat untuk membangun sebuah topic pembicaraan. Hanya ada suara penyiar radio yang membuat suasana sedikit ramai.
Saat mobil sudah sampai Arka segera keluar mobil namun ditahan oleh Kaylila.
“Aku nggak kenal sama orang-orang yang datang. Bisa nggak kamu nggak ninggalin aku selama didalam?” pinta Kaylila sedikit memohon. Arka sempat melihat Kaylila sejenak namun tidak menanggapi permintaan Kaylila dan Arka langsung keluar.
Arka memberikan kunci mobilnya kepada petugas valey untuk memarkir mobilnya. Setelah memberikan kunci tersebut Arka kemudian menoleh ke belakang yang langsung ditangkap Kaylila bahwa ia sedang ditunggu. Kaylila pun bergegas mendekati Arka. Kemudian mereka berjalan bersama memasuki sebuah Ballroom hotel.
Tak berapa lama dari kedatangan mereka, acara pun dimulai. Setelah pembukaan sebentar dan Arka sebagai salah satu direktur dan mewakili keluarga sebagai pemilik perusahaan memberikan beberapa sambutan. Setelah itu dilakukan pemotongan pita sabagai bentuk ceremonial peluncuruan produk. Kaylila yang berdiri tidak terlalu jauh ikut memberikan tepuk tangan.
Malam itu diruangan tersebut Kaylila sedikit mencuri perhatian para undangan, selain karena penampilannya yang cukup menarik juga karena berita yang sudah beredar tentang pernikahannya dengan Arka. Beberapa orang terlihat berbisik yang membuat Kaylila sedikit tidak nyaman.
Melihat Arka telah selesai menyambut dan menerima ucapan selamat dari beberapa rekan bisnis yang hadir, Kaylila pun berjalan mendekatinya. Saat hendak memberikan ucapan selamat, Arka langsung berpaling dan berjalan menuju teman-teman dekatnya, Aldo, Bima, Sammy dan Almira. Almira terlihat sangat cantik malam itu yang memakai gaun panjang berwarna hitam.
Arka mendapat ucapan selamat dari teman-temannya begitu dengan Almira. Almira pun memberikan ucapan selamat dengan memberikan ciuman pada pipi kanan dan kiri. Arka terlihat bahagia sekali. Mereka saling berbincang dan sesekali melempar candaan. Kaylila merekam semua mimik wajah Arka termasuk cara Arka memandang Almira yang penuh dengan kekaguman dan cinta.
Kaylila tidak tahu siapa Almira. Dia juga tidak mengenalnya. Yang dia yakini adalah Arka memiliki perasaan khusus pada Almira mungkin sebaliknya. Sikap mereka tidak menunjukkan tapi cara mereka saling memandang itu sudah cukup membuat orang percaya bahwa hubungan mereka lebih dari sekedar teman.
Dari jauh Kaylila melihat itu dengan perasaan kecewa. Melabuhkan hati pada laki-laki yang tidak pernah melihatnya. Kaylila menyadari apa yang dirasakannya. Dia telah merelakan dirinya jatuh cinta dan siap dengan semua konsekuensinya termasuk patah hati saat cinta itu baru bersemi dihatinya. Yang Kaylila yakini saat ini adalah suatu saat Arka akan menyadari kehadirannya dan melihatnya dengan tatapan yang saat ini bukan untuk Kaylila.
Kaylila pun mengambil segelas minuman yang disuguhkan disebuah meja bundar di salah satu sudut ruangan tersebut. Saat mengambil minuman tersebut, tanpa sengaja Kaylila menyenggol seseorang sampai minumannya tumpah sedikit mengenai jasnya.
“Maaf…maaf saya tidak sengaja” Kaylila berusaha membersihkan tumpahan minuman yang mengenai jas pria tersebut.
“Oke..oke… nggak apa-apa” kata pria tersebut.
“ Kamu Kaylila ya? Saya Dion, sepupu Arka” Dion mengulurkan tangannya. Kaylila menjabat uluran tangan tersebut sambil tersenyum. Dari kejauhan ada sepasang mata yang terus memperhatikan.
“Kok kamu sendirian disini?” Tanya Dion penasaran
“Ehm… Saya haus dari tadi belum sempat minum. Saya permisi sebentar” Kaylila pun pergi menuju toilet untuk membersihkan tumpahan minuman yang mengenai gaunnya.
Saat ditoilet Kaylila kemudian menangis. Dia bingung dengan perasaannya. Sejujurnya dia cemburu melihat Arka dekat dengan perempuan lain tapi dia sadar dimana posisinya saat ini meskipun dia akan menjadi calon istri Arka namun itu tidak lantas membuat membuat posisinya berubah di mata Arka. Setelah dari toilet, Kaylila tidak kembali ke acara tersebut. Dia memilih pulang menggunakan taksi.
“Arka, calon istri mu kemana? Dari tadi nggak kelihatan?” tanya Sammy saat Almira pamit ke toilet.
“Dia udah balik duluan” jawab Arka datar
“Apa?kok bisa?” tanya Aldo penasaran
“Terang aja dia balik duluan, ni bocah kan dari tadi bareng kita” sahut Bima
“Sayang banget. Padahal gue pengen kenalan” balas Aldo kecewa.
“Kenalan sama Siapa bim?” sahut Almira yang kedatangannya tidak disadari oleh mereka.
“ehm i..itu tadi ada cewek cantik lewat” jawab Aldo gugup. Aldo lega karena jawaban asalnya tidak menimbulkan curiga pada Almira. Mereka kembali dengan perbincangan mereka.

****

Resepsi pernikahan yang diadakan di Ballroom sebuah hotel berbintang lima itu dihadiri oleh ratusan undangan, sebagaian besar adalah rekan bisnis keluarga Hendrawan. Mereka semua datang memberikan ucapan selamat kepada mempelai.
 “Mas, aku capek banget. Bisa nggak kita istirahat sebentar?” pinta Kaylila sambil berbisik. Sudah hampir dua jam Kaylila berdiri menyalami tamu undangan. Kepalanya mulai terasa pusing.
“Kamu nggak lihat antrian undangan masih banyak” jawab Arka datar. Kaylila pun cemberut kecewa namun tidak bisa menghindari antrian undangan yang akan memberikan ucapan selamat. Semua sahabat Arka datang kecuali Almira yang sudah berangkat ke Singapore sehari sebelumnya.
Satu jam kemudian acara resepsi tersebut selesai. Kaylila dan Arka menginap di hotel tempat acara resepsi berlangsung. Kakek, Orang tua Arka dan Oma Rita pulang ke rumah.
Saat sudah berada di kamar hotel, Kaylila yang merasa pusing sekali langsung merebahkan dirinya ditempat tidur sedangkan Arka memilih mandi dan ganti baju di kamar mandi tanpa berbicara sedikit pun.
“Duh…capek banget. Pusing lagi kepalaku kenapa ya?” gumam Kaylila sambil memijit mijit pelipisnya.
Kruuccukk
”Ya ampun! Pantesan kepalaku pusing. Aku kan belum makan apa-apa dari siang” Kaylila pun langsung bangun dan duduk dipinggir tempat tidur. Disaat yang bersamaan Arka pun keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti bajunya dengan piyama.
“Mas Arka, kepalaku pusing, Kayanya gara-gara belom makan dari siang deh.” kata Kaylila. Arka tidak menghiraukan keluhan Kaylila
Kaylila menghembuskan nafas kesal. Dia kemudian bangkit, berdiri sempoyongan dan hampir terjatuh namun segera berpegangan pada nakas disamping tempat tidurnya. Saat berpegangan itu tidak sengaja menjatuhkan beberapa barang. Arka tidak bergerak dari posisinya saat mendengar sesuatu jatuh. Kaylila kemudian berusaha bangun lagi dan segera ke kamar mandi untuk mengganti baju.

Inilah malam pertama yang akan dilewati Kaylila. Tidur bersebelah di atas ranjang besar dengan sebuah guling yang memisahkan sisi mereka. Arka sudah tidur saat Kaylila selesai mandi. Kaylila membatalkan niatnya untuk memesan makanan dan memilih tidur sambil memunggungi Arka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates