Jumat, 14 Desember 2018

# Fantasi # Fantastic Beast

REVIEW FILM FANTASTIC BEAST : THE CRIME OF GRINDELWAL





Film fantasi yang dibuat berdasarkan buku karangan JK. Rowling ini release di Indonesia pada November 2018. Film ini merupakan sekuel dari Film Fantastic beast and Where to Find Them yang telah tayang pada tahun 2016.
Film ini bercerita tentang Gridelwald (Johny deep)  yang melarikan diri dari tahanan dan mengumpulkan semua pengikutnya. Seperti pada serial Harry potter, Grindelwald ini merupakan penyihir hitam yang haus kekuasaan serta terobsesi dengan darah murni atau penyihir.

Rencana Grindelwald ini di ketahui oleh Albus Dumbeldore (Jude Law). Namun karena suatu Dumbledore dengan Grindelwald ini terikat suatu perjanjian sehingga yang bisa menggagalkan rencana harus orang lain. oleh karena itu Albus mencari Newt Scamander (Eddie Redmayne) mantan muridnya selama di Hogwart yang juga ahli terhadap makhluk-makluk sihir.
Selain itu film ini juga menceritakan Credence seorang obscurial yang lolos dari kematian setelah di seri pertama diserang oleh  MACUSA. Yang terus mencari tahu jati dirinya sendiri. Dan juga dipertemukan dengan Nagini. Sesosok mahkluk gaib yang bisa bertransformasi menjadi ular dan manusia.

Juga ada cerita romantic antara seorang penyihir dengan nomac (Non magic) kalau di seri Harry potter disebut muggle. Queenie (penyihir) dan Jacob (Nomac) saling jatuh cinta namun hubungan mereka terhalang oleh aturan bahwa seorang penyihir dengan Nomac tidak boleh menikah. Dalam kebimbangan tersebut akhirnya Queenie menerima tawaran Grindelwald tentang kebebasan seorang penyihir. Meski harus merelakan Jacob yang tidak mengikutinya untuk bergabung pada penyihir hitam tersebut.

Selain itu juga ada romansa dari tokoh utama yaitu Newt Salamander dengan Tina Goldstain yang salah paham mengenai hubungan antara newt dengan Leta lestrange.

Film ini cukup berat dari segi cerita dan alur. Karena banyak hal cerita dari masing-masing karakter yang harus dijelaskan. Masing-masing karakter memiliki sejarah yang saling terkait dengan karakter lainnya. Alurnya pun berjalan sangat cepat sehingga orang yang baru pertama kali melihat akan merasa bingung.
Namun film ini masih terlihat epic dengan tambahan visual dari ilmu sihir juga keberadaan makhluk magic yang lebih spektakuler dibandingkan dengan yang pernah ditampilkan pada Seri Harry potter.

Fasilitas tiga dimensi yang ditawarkan oleh bioskop penyelenggara lebih terasa dibandingkan saat pemutaran Harry Potter and the deathly hollows. Grafis yang ditampilkan benar-benar nyata sehingga penonton seperti sedang terlibat langsung.

PS. Semua gambar diambil dari official account of fantastic beasts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates