Selasa, 08 Januari 2019

# Capucino # cream

Pilih Yang Mana ?

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” Dee Lestari

  Kopi minuman yang tak lekang oleh zaman. Baik generasi tua, muda bahkan anak-anak pun menyukainya. Salah satu minuman berkafein ini biasanya di nikmati saat pagi atau sore hari sepulang beraktifitas. Atau sebagai pasangan untuk menikmati kudapan.

Setiap daerah bahkan Negara mempunyai jenis kopi dan cara penyajian kopi yang unik. Turkish coffee salah satunya. Keunikan dari minuman ini adalah cara penyajiannya yang menggunakan pasir untuk memanaskan. Diyakini pasir memiliki panas yang konsisten sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat. Biasanya kopi ini disajikan dengan Turkish delight, manisan turki yang sangat di sukai Edmund dalam film Narnia.
Selain Turkish coffe ada teknik lain dalam menyeduh kopi.
French press
Merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyeduh kopi. Beberapa orang menganggap alat ini lebih efektif dalam menyajikan kopi. Rasa kopi yang dihasilkan pun lebih kuat.


Alat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu tutup yang berfungsi sebagai alat penekan dan tabung sebagai tempat penampung kopi. System kerja alat ini adalah merendam kopi dengan air panas sehingga menghasilkan kopi dengan rasa yang penuh. Artinya semua kandungan kopi tersaji sempurna.
Caranya kopi di campur dengan air bersuhu 90 derajat ke dalam jar. Kemudian panaskan selama 4 menit sesekali di aduk untuk menghasilkan ekstraksi yang pas. Kemudian tekan sampai ampas dan cairan kopinya terpisah
Pour Over
Teknik ini lebih sederhana karena tidak memerlukan alat khusus. Hanya memerlukan kertas saring/filter yang digunakan untuk menampung bubuk kopi. Kemudian disiram menggunakan air panas. Penyeduhan ini menggunakan teko dengan corong tinggi serta lubang tempat air keluar tidak terlalu besar. saat menuangkan air harus dilakukan dengan pelan serta dengan gerakan tangan memutar.
Cara penyeduhan seperti ini pernah digunakan dalam salah satu adegan drama korea Coffee Prince. Rasa kopi yang dihasilkan pun lebih light. Beberapa orang menganggap teknik pour over ini akan memisahkan beberapa zat kopi sehingga akan kehilangan saat menikmatinya.
Cold Brew
Teknik ini memerlukan kesabaran yang sangat tinggi terutama bagi penikmatnya. Karena tidak seperti teknik lainnya yang hanya memerlukan hitungan menit dalam proses pembuatannya. Cold brew memerlukan waktu yang lebih lama bahkan bisa berjam-jam.
Awalnya teknik ini adalah dengan merendam bubuk kopi dengan air dingin selama semalaman. Kemudian saat penyajian dapat diminum langsung atau diseduh kembali dengan air panas. Seiring berjalannya waktu teknik ini pun mengalami perubahan yang kini lebih dikenal dengan cold drip.

S
etelah mengetahui cara penyajian kopi. Kini saatnya menentukan kopi apa yang akan kita nikmati. Nah biar nggak salah pilih sebaiknya tahu dulu jenis-jenis menu kopi yang biasa ada di café atau kedai kopi.

Espresso

Penyajian kopi ini menggunakan alat yang namanya sama yaitu mesin espresso. Rasa yang dihasilkan dari kopi ini pahit dan pekat dengan kandungan kafein 60-70%. Terdapat buih putih atau yang di sebut crema sebagai salah satu indicator keberhasilan  dari proses ini. crema ini terbentuk dari tekanan minyak yang terkandung di dalam biji kopi.
Americano
Beberapa orang menyebutkan bahwa nama Americano adalah plesetan bagi orang amerika yang tidak menyukai espresso. Perbedaannya hanya terletak pada perbandingan air yang digunakan.
Rasa dari Americano ini lebih light dan encer dibandingkan espresso. Penyajiannya pun bisa panas atau dingin dengan atau tanpa gula. Kalau untuk yang penasaran dengan espresso bisa dimulai dengan Americano terlebih dahulu.
Cappucino
Bagi yang suka minum kopi tapi dengan cita rasa manis yang satu ini bisa jadi pilihan karena ada tambahan steamed milk dengan perbandingan 1:1:1 atau 1/3 espresso : 1/3 steamed milk : 1/3 susu foam. Penambahan susu foam ini menjadikan penampilan cappuccino terlihat mengembang dengan tambahan busa atau foam. Biasanya diatasnya di taburi bubuk coklat untuk mempercantik penampilannya.
Latte

Minuman yang satu ini tidak memiliki banyak tambahan bahan selain kopi. Hanya terdiri dari espresso dan susu. Dengan perbandingan 1:3. Biasanya minuman ini bisa di kreasikan dengan hiasan diatasnya atau biasa disebut latte art. Karena perbandingan susu nya lebih banyak sehingga saat pertama kali minum akan terasa susu yang cukup kuat.
Moccacino
Pecinta coklat dan kopi bisa menikmati keduanya dalam satu minuman. Minuman ini terdiri dari empat macam bahan yaitu espresso, coklat, susu dan whip cream dengan perbandingan masing-masing bahan 1:1. Coklat yang digunakan bisa coklat hitam atau putih dalam bentuk bubuk atau sirup.
Affogato
Minuman yang satu ini sedikit unik dan berbeda dibandinga yang lain. beberapa orang juga mengatakan bahwa Affogato adalah salah cara menikmati espresso dengan sensai dingin.
Affogato adalah perpaduan es krim vanilla dengan espresso. Biasanya disajikan dalam wadah berbeda. Satu slot espresso dipasangkan dengan satu sekop es krim vanilla.

Cara menikmatinya dengan menyiramkan espresso diatas es  krim. Dapat diminum langsung dari lelehan es krim yang terkena panas espresso atau menyendok es krim yang sudah berlumur es krim. Rasa manis dari es krim tetap terasa tetapi tidak mendominasi espresso sehingga rasa pahit kopi masih terasa.

31 komentar:

  1. Baru kemarin ngafe tapi nggak ngopi, hee trus crita2 ttg si kopi americano itu yg katanya dulu waktu perang dunia 2, orang Amerika senngnya pesan kopi item doang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah nambah lagi infonya. Saya tahunya pun gara2 kepo sama kopi trus iseng aja ngobrol sama baristanya

      Hapus
  2. Gak terlalu suka kopi, air mineral aja cukup buat saya, tapi kalo ada yang beliin eh salah kalo di suruh milih paling latte hehe, kopi susu paling aman buat saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, saya pun sebenarnya lebih milih air putih. Kopi cuma jadi recreation drink aja hehehe

      Hapus
  3. Macem2 ya teknik penyajian kopi. Saya termasuk penyuka kopi hitam. Sekali sehari, sih. Ga sampe nyandu. Selain itu, suka yang latte. Daaan kopi ini memang tak akan habis dibahas. Novel sampai film pun banyak yg terinspirasi dari kopi ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren mbak suka yg pahit2. Klo di film n novel cintapucino (ketahuan jadulnya) yg suka kopi hitam keribadiannya datar

      Hapus
  4. Saya termasuk coffee enthusiast mbak..saya suka semua jenia kopi. Saya suka kopi pahit tapi kalo tingkat asamnya terlalu tinggi saya kurang suka karena kerasa banget kecut2nya. Saya punya french fresh dan alat2 V60 wehehe pengen beli alat espresso tapi harganya ga usah ditanya ga sanggup hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aahhh saya masih jauh mbak... Cuma dibanding minuman lain,kopi masih suka cuma biasanya non kopi hitam hehehe. Iya french press kayanya banyak yang punya di rumah, lebih mudah dan praktis.

      Hapus
  5. Aku kebetulan bukan tim kopi tapi selalu excited sama kopi. Karena ngumpul sama orang yang pecinta kopi banget, jadi ketularan semangatnya. Sampe punya coffee maker gitu haha
    Kalau disuruh pilih dari sekian style kopi, aku pilih late aja hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. latte lebih artistik tampilannya dan creamy. Sesekali coba yang affogato enak lho mbak...

      Hapus
  6. Saya sebetulnya gak suka ngopi tapi kebetulan punya suami yang penggemar kopi enak. Dia rela bela-belain beli alat untuk grind dan dan press sendiri kopinya. Manual hehe.. Oia kata dia cold brew juga enak lho. Kalau saya sih, lebih baik hot chocolate aja 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 pecinta kafein ya...nah iya cold brew ini yh belom pernah nyoba. Tekniknya yg lama jadi jarang ada di kedai2 kecil

      Hapus
  7. Banyak cara rupanya ya? Selama ini saya kalo bikin cuma dengan 2 cara... haha..ngopi ala-ala namanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya intinya sama sih mbak...cuma kadang beda alat dikit n teknik bisa ngaruh ke rasa.
      Ngopi ala ala gimana tuh? Obat begadang ya.. .Hehehe

      Hapus
  8. Suamiku suka Americano dan aku Capuccino
    Dulu waktu kami tinggal di Amerika punya mesin kopi atau kalau enggak bikinnya pake french press gitu...
    Pokoknya ngopinya seriusan karena berdua sama-sama penikmat kopi...hihihi
    Tapi balik ke Indonesia enggak mau kebanyakan kopi lagi, ingat umur kwkwkw
    Jadilah cuma nyeduh sendiri paling 1-2 cangkir sehari.
    Btw, aku salfok sama kudapannya...mantul!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mbak dian keknya udah nyoba kopi banyak negara ya... Saya masih setia sama kopi lokal, rasanya nggak terlalu kuat. Dulu sempet nyoba yg nggak lokal, rasanya strong banget

      Hapus
  9. Mantap mbak penjelasan tentang kopi dan penyajiannya. Selama ini belum tahu. Maklum jarang ngopi. Jadi penasaran. Kopi yang dijual rentengan itu jenis kopi apa ya?

    BalasHapus
  10. Sy tidak fantik dg jenis kopi. Sekedarnya kl mau minum, misalnya ada tamu. Tp sy suka ruangan dengan aroma kopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. kopi cenderung meninggalkan kesan maskulin

      Hapus
  11. Saya hanya suka aroma kopi, minumnya enggak. Jadi kalau lihat orang mgopi, saya hanya mau nyium wanginya setelah diseduh. Hihi

    BalasHapus
  12. Sepertinya kopi dan ngopi lagi booming di mana-mana, ya...

    Sayangnya saya bukan penggemar kopi, terpaksa menghindari kopi lebih tepatnya, sih.
    Soalnya punya masalah lambung. Padahal ingin kayak orang-orang gitu, menyesap aroma kopi sambil kongkow-kongkow.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya kalo perut nggak kosong, konsumsi kopi untuk penderita masalah lambung aman2 saja. dan tidak berlebihan.

      Hapus
  13. Aku team latte, Mba. Secara kalo minum yang berat-berat kek espresso atau yang ga ada campurannya suka bikin ga enak perut. 🤭

    BalasHapus
  14. saya pecinta kopi. dulu suka banget nongkrong cari kopi. sekarang, mulai mengurangi kopi.

    BalasHapus
  15. Saya tahunya kopi ya kopi. Wanginya sama. Ternyata banyak hal yang bikin kopi2 itu beda ya

    BalasHapus
  16. Aku suka semua jenis kopi kecuali espresso. Pernah nyoba sekali lalu kapok hahaha. Sekrg lebih suka kopi tubruk original aja. Dari sekian kopi nusantara, aku jatuh hati sama kopi pontianak dan bengkulu. Yang lain sih tetep suka cuma biasa aja.

    BalasHapus
  17. Anakku tuh yg suka Coldbrew. Punya juga grinder dan filternya. Kalau mau nyiapin kopi sibuk. Seneng aja liatnya...dan wanginya. Kadang saya nyicip, nyruput tepatnya...

    BalasHapus
  18. Beberapa udah kucoba dan pernah juga sampai mual dan pusing karena coba ekapresso yg asli kopi. Hahah... Abisnya enak banget tapi perut gak mendukung

    BalasHapus
  19. Awalnya kalau diajak nongkrong di cafe pasti pesannya susu coklat. Karena takut maag nya sakit klo minum kopi. Tapi sekarang2 sudah biasa minum tapi yang latte 😊

    BalasHapus

Follow Us @soratemplates