Minggu, 07 Juli 2019

# Buku # Greg Mortenson

Resensi Buku THREE CUP OF TEA



Holaa… kembali  lagi dengan resensi buku yang udah lama banget nggak di posting. Kali ini buku yang kudapat dari memenangkan giveaway yang diadakan oleh Klub Suka Buku. Sebuah pengalaman seseorang saat menjalankan sebuah hobi yang membawanya pada sebuah aktivitas kemengan.
Majalah New York Times juga menganunegerahkan buku ini sebagai salah satu buku terlaris. Kisah inspiratif ini juga mendapat banyak review dari berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang.
Nah, penasaran bukan bagaimana isinya? Yuk simak ulasan dibawah ini.



Judul                           : Three Cup Of Tea
Penulis                        : Greg Morteson dan David Oliver Relin
Tahun Terbit                : 2008
Penerbit                       : Penerbit Hikmah (PT. Mizan Publika)
Jumlah Halaman          : 630 halaman

Pada tanggal 2 September 1993, Greg Morteson merasa berjalan menjauh dari tim pendakiannya. Hingga saat dia tak juga menemui salah satu dari tim, Ia akhirnya sadar sudah tersesat dan berjalan sendirian. Dalam kondisi tersebut Morteson merasa kehilangan kewaspadaan yang dalam kondisi biasa sangat memerhatikan tiap detail informasi yang tersedia.
Dalam perjalanannya menaklukkan salah satu puncak Himalaya yang paling bengis “K2”, Moterson harus menerima kegagalannya mencapai puncak. Meski sesungguhnya puncak paling bengis tersebut hanya tersisa 600 meter di depannya.
Setelah terlunta-lunta tanpa arah selama beberapa hari akhirnya Moterson bertemu dengan seseorang yang nampak kerdil akibat ransel milik Morteson yang penuh sesak. Mouzafer seorang kuli angkut yang disewanya.
Bertemu dan ditemukan oleh Mouzefar sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi Monterson. Membawanya untuk bertemujuga berkenalan dengan Pak haji, sesepuh dari Balti. Suku Balti merupakan penghuni lembah-lembah yang berada di ketinggian di wilayah utara Pakistan.
Pertemuan dengan Pak haji mengantarkan Moterson untuk membantu pada suku Baiti. Dengan keahliannya sebagai seorang perawat, Mortenson banyak membantu orang-orang sehingga membuatnya dipanggil “Dokter Greg” bahkan oleh orang-orang di luar wilayah Korphe.
Banyaknya kejadian yang dialami Mortenson mengusik hati nuraninya. Dia pun berpikir harus ada yang bisa ia lakukan untuk suku Baiti sebelum bahkan setelah ia kembali ke Amerika. Pendidikan menjadi hal yang paling mungkin Mortenson lakukan saat itu.
Ada banyak hal yang membuat hati saya terenyuh setelah membaca buku ini. bahkan untuk pertama kali nya buku tentang perjalanan seseorang membuat saya menitikan air mata. bahkan pernyataan kecil yang Mortenson sampaikan pada pak haji
“Aku akan membangun sebuah sekolah. Aku berjanji.”
Deskripsi yang detail tentang penggambaran bentang alam jiwa. Terkadang saya merasa seolah-olah menyentuh dinding gletser yang kokoh. Pilihan kata-kata yang sederhana sehingga tak perlu susah untuk mengerti semakin membuat emosi seperti roller coaster.
Kata mutiara, Quote tentu saja bertebaran dari halaman pertama sampai halaman terakhir buku. Tak hanya dari penulis tapi di setiap awal bab selalu dissisipkan kutipan-kutipan dari pendaki-pendaki di dunia bahkan dari penemuan selama Mortenson tinggal di Korphe.
Karena buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata, didalamnya juga disertakan beberapa foto tentang kehidupan suku Baiti, aktivitas Mortenson sendiri juga puncak K2 yang diambil oleh Mortenson.

Untuk mereka yang suka dengan perjalanan dengan alam, untuk mereka yang peduli dengan sesame juga untuk mereka yang hatinya belum tersentuh dengan empati dan simpati, membaca buku ini sangat di rekomendasikan

7 komentar:

  1. pasti seru ya kalau.baca kisah lengkapnya. yup kisah perjalanan itu biasanya bawa banyak pelajaran ya, mbak. Apalagi disajikan dengan quote-quote keren. Wah pasti bagus banget nih bukunya

    BalasHapus
  2. Betuul Mbak. Syaa nangis bacanya😊😊

    BalasHapus
  3. Whaa semakin seru karena diangkat dari kisah nyata. Jadi pingin baca juga nih.

    BalasHapus
  4. Buku ini sepertinya akan cocok buatku yang seneng baca buku yang banyak quote nya.

    BalasHapus
  5. Kisah based on true story ya mba ini? pasti keren dah.. jadi pingin baca juga

    BalasHapus
  6. Buku darii kisah nyata selalu menarik untuk dibaca. Biasanya penokohan akan dalam dan alur pun mudah dicerna.
    Saya suka resensinya juga. Keren baik buku maupun resensinya

    BalasHapus
  7. Dududu pengen baca jugaa

    BalasHapus

Follow Us @soratemplates