Selasa, 20 Agustus 2019

# bedah buku # Earth

Tips Menulis Kirana Kejora, Penulis Buku Yorick

“Buku bukan hanya sayap penerbangan atau energi perjalanan tapi juga sirip penyelaman.” Kinara Kejora



Seorang yang pandai dibidang perikanan tidak harus menjadi peternak ikan atau peneliti. Profesi sebagai penulis pun tetap bisa dilakoni tanpa meninggalkan ilmu yang pernah dipelajari. Dia lah Kinara Kejora seorang penulis dengan puluhan judul buku yang terbit dan Yorick menjadi salah satu karyanya yang difilmkan. Air Mata Terakhir Bunda dan Ayah Menyayangi Tanpa Akhir adalah dua buku yang sudah tayang filmnya. Sementara ada dua buku yang proses pembuatan filmnya sedang berjalan yaitu Senja Di Langit Ceko dan Rindu Terpisah di Raja Ampat. Selain menulis beliau juga banyak menjadi narasumber baik seminar, workshop dan talkshow .




Menggunakan kisah nyata sebagai ide menjadi salah satu cara beliau untuk menulis. Yorick, salah satunya. Kisah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan seorang nenek, Yorick ini tokoh nyata dan saat ini tinggal di Bandung. Buku dan Film ini merupakan persembahan untuk nenek sebagai guru besar dengan 1000 pembelajaran.



“Pendaki Sejati tak akan turun gunung sebelum mencapai puncaknya.” Yorick


Semalam dalam acara bedah buku yang diselenggarakan oleh #klubsukabuku beliau membagikan beberapa tips menulis. Bagi saya beliau tidak hanya berbagi ilmu tetapi juga membakar semangat kami #pasukanbuku untuk meningkatkan membaca buku menjadi menulis buku. Beliau bahkan menekankan untuk tidak takut menulis jelek. Baca berulang maka kita akan tahu letak kesalahan kita.
Itu hanya sebagian kecil dari ilmu menulis yang beliau bagikan. Berikut beberapa tips menulis Kirana Kejora yang saya rangkum dari diskusi semalam.

1. Tetapkan target
Alasan  menulis harus jelas sehingga kita bisa menetapkan tujuan. Untuk apa? Agar tulisan kita tetap terarah. Juga yang akan menjaga semangat manakala keinginan menulis kita mulai memudar. Manusiawi jika semangat kita naik turun. Tetapi kita harus memiliki pegangan saat kendali mulai goyah.

Menulis untuk hidup. Jadi saat tidak menulis maka tidak bernapas.

Ide, Tema, Premis, Sinopsis, Outline hingga manuskrip harus kuat, detail dan jelas. Teori menulis ini harus kita kuasa untuk memudahkan kita dalam menuangkan ide. Teori ini penting untuk membuat tulisan kita semakin baik dan memudahkan kita saat menulis. Juga menjaga agar tulisan kita tidak melebar kemana-mana.
Jangan lupa bahwa kita harus menentukan segmen pembaca yang akan menikmati karya kita. Dan ini juga berhubungan dengan gaya bahasa saat menulis.
Tentu tulisan kita dibukukan, bukan? namun apakah kita tahu yang harus dilakukan setelah buku terbit. Tentu saja menjual sebanyak-banyaknya agar semakin banyak orang yang membaca dan mengambil manfaatnya.
Buku yang bagus adalah yang banyak pembacanya. Sehingga teknik penjualan pun harus diperhitungkan. Seperti launching buku, bedah buku atau menggandeng orang-orang berpengaruh untuk membantu mempromosikan buku kita. Maksimalkan media sosial  sebagai etalase kita. Branding diri sangat penting dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.


2. Jadi pembelajar
Nikmatnya menjadi penulis adalah menjadi manusia yang bebas dan dianggap pintar. Sehingga menjadi tempat orang untuk bertanya. Oleh karena itu kita harus siap dengan jawaban.

Jangan pernah merasa malas untuk belajar. Karena belajar bisa melalui banyak hal selain pendidikan formal. Selalu meningkatkan jumlah buku yang dibaca. Tajamkan setiap indera kita pada lingkungan. Buka lebar mata kita, lungkan telinga untuk lebih banyak mendengar dan asah hati kita untuk bersimpati dan berempati terhadap lingkungan sekitar kita


3. Percaya Diri
Jangan takut membuat tulisan jelek, begitu Kinara mengatakan. Baca berulang kali sehingga  tahu letak kesalahan kita. Menguasai KBBI dan PUEBI merupakan keharusan yang akan membantu kita saat melakukan penyuntingan.

Buang rasa rendah diri karena siapa pun bisa menjadi penulis. Kalau kita percaya diri bagaimana orang lain mau membaca karya kita.  Maka banggalah dengan setiap tulisan kita dan jangan lupa untuk selalu rendah hati.


Rendah diri jangan, rendah hati itu harus.


 “Si Lesung pipit itu adalah lelaki penuh senyum dan setiap hari adalah pagi. Selalu penuh matahari. Sayonara.” Kinara Kejora

8 komentar:

  1. Saya suka cerita petualang seperti ini semoga bisa membaca dan melihat filmnya

    BalasHapus
  2. Jadi pengen baca bukunya. Pernah lihat di toko buku, tapi waktu itu belum tertarik Meminangnya. Setelah ini ngintip sedikit di blog embak, kok saya jadi tertarik nih.
    Beruntung sekali bisa bertemu penulisnya. Ditambah dapat ilmu tentang kepenulisan.

    BalasHapus
  3. Keren, jadi terbayang dalam ingatan. Kelak saya akankah seperti itu? Karena di kampus mengajar apapun, dan dijadikan rujukan tempat bertanya siapapun hihi ngahayal

    BalasHapus
  4. Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Paling suka kalau menulis cerita based onbtrue story, ceritanya bisa menyentuh banget. Jadi penasaran sama bukunya Yorick.

    BalasHapus
  5. Tipsnya sangat mengena. Terima kasih telah berbagi ya mbak. Saya jadi penasaran dengan yorick karena banyak juga yang bilang ceritanya bagus

    BalasHapus
  6. tipsnya kereen & bukunya bikin mupeng untuk baca. Makasih sdh mereviuw Mba

    BalasHapus
  7. Judulnya menarik, membaca isinya membuat saya melupakan judulnya. yang saya bayangkan ketika membaca judulnya adalah sesuatu hal yang berhubungan tentang kegiatan menyelam dan keindahan bawah laut, lalu kemudian saya berpikir lagi mengenai elang timur dan kuda terbang yang tidak mungkin berada di bawah laut.

    tetapi ini menyenangkan. terima kasih telah berbagi kakak.
    Hehehe

    BalasHapus
  8. Tipsnya keren ya, wah senang pasti bisa dapat ilmu dari penulis berbakat Kirana Kejora. Beneran membakar semangat menulis tipsnya

    BalasHapus

Follow Us @soratemplates